MAT-5F-1453

Alat Evaluasi

Secara garis besar, alat penilaian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes dan nontes. Baik tes maupun nontes, keduanya dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi atau data-data penilaian tentang subjek yang dinilai secara berhasil guna jika dipakai secara tepat. Artinya, kita harus dapat menentukan kapan mempergunakan tes dan kapan mempergunakan nontes. Pemilihan secara tepat terhadap kedua jenis alat penilaian tersebut tak dapat dipisah dari tujuan penilaian dan jenis informasi yang diharapkan.
Sebelum dijelaskan lebih jauh tentang pengelompokan teknik tes dan nontes, terlebih dahulu perlu kiranya dijelaskan pengertian dari tes. Secara harfiah, kata tes berasal dari bahasa Perancis Kuno, yaitu testum dengan arti ‘piring untuk menyisihkan logam-logam mulia’. Ada beberapa istilah yang perlu mendapatkan penjelasan sehubungan dengan pengertian tes tersebut, yaitu istilah tes, testing, testee, dan tester. Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian, testing berarti saat dilaksanakan pengukuran dan penilaian, tester berarti orang yang melaksanakan tes, testee adalah orang yang mengikuti tes.


Penggolongan Tes
Alat penilaian dapat dibedakan menjadi tes dan nontes.
Tes
(1) berdasarkan fungsinya sebagai alat pengukur
a. Tes Seleksi/Ujian Saringan/Ujian Masuk
Tes ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan calon siswa/mahasiswa baru.

b. Tes Awal (Pretes)
Tes ini dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik. Dengan demikian, tes ini berisi soal-soal yang mudah. Setelah pretes ini berakhir, tindak lanjutnya adalah jika dalam tes awal itu semua materi yang ditanyakan dapat dijawab dengan baik oleh peserta didik, materi yang telah ditanyakan pada tes awal itu tidak akan diajarkan kepada peserta didik, begitu pula sebaliknya.

c. Tes Akhir (Post Test)
Tes ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolong penting sudah dapat dikuasai sebaik-baiknya oleh para peserta didik. Isi atau materi tes akhir ini adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting yang telah diajarkan kepada para peserta didik dan biasanya naskah tes terakhir ini dibuat sama dengan naskah tes awal. Jika hasil tes akhir ini lebih baik daripada tes awal, dapat diartikan bahwa program pengajaran telah berjalan dengan baik.

d. Tes Diagnostik
Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk menentukan secara tepat jenis kesukaran yang dihadapi oleh para peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu. Tes diagnostik ini juga bertujuan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan apakah peserta didik sudah dapat menguasai pengetahuan yang merupakan dasar atau landasan untuk menerima pengetahuan selanjutnya. Materi yang ditanyakan dalam tes diagnostik ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan tertentu yang biasanya atau menurut pengalaman sulit dipahami oleh siswa.

e. Tes Formatif
Tes formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauh manakah peserta didik terbentuk (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam waktu tertentu.
Tes formatif ini biasa dilaksanakan di tengah-tengah perjalanan program pengajaran, yaitu pada setiap kali satuan pelajaran atau subpokok bahasan terakhir atau dapat diselesaikan. Di sekolah-sekolah, tes formatif ini biasa dikenal dengan ulangan harian. Materi dari tes formatif ini biasanya ditekankan pada bahan-bahan pelajaran yang telah diajarkan. Butir-butir soalnya terdiri atas butir soal yang mudah dan yang susah. Tujuan dari tes sumatif adalah untuk memperbaiki tingkat penguasaan peserta didik dan sekaligus juga untuk memperbaiki proses pembelajaran.

f. Tes Sumatif
Tes ini adalah tes yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan. Di sekolah, tes ini dikenal dengan istilah ulangan umum atau ebta. Nilai ebta ini dipakai untuk mengisi nilai rapot atau nilai ijazah. Tes ini disusun berdasarkan materi pelajaran yang telah diberikan selama satu catur wulan atau satu semester. Tes sumatif ini dilaksanakan secara tertulis agar semua siswa memperoleh soal yang sama. Butir-butir soal yang dikemukakan dalam tes ini pada umumnya juga lebih sulit daripada butir-butir soal tes formatif.

(2) tes berdasarkan aspek psikis yang ingin diungkapkan
a. Tes intelegensi adalah tes yang dilaksanakan untuk mengungkapkan atau mengetahui tingkat kecerdasan seseorang.
b. Tes kemampuan adalah tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapkan kemampuan dasar atau bakat khusus yang dimiliki oleh testee.
c. Tes sikap adalah salah satu jenis tes yang dipergunakan untuk mengungkapkan predisposisi atau kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu respon tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa individu-individu maupun objek-objek tertentu.
d. Tes kepribadian adalah tes yang dilaksanakan untuk mengungkapkan ciri-ciri khas dari seseorang yang banyak sedikitnya bersifat lahiriah, seperti gaya bicara, cara berpakaian, nada suaru, hobi, atau kesenangan.
e. Tes hasil belajar adalah tes yang biasa digunakan untuk mengungkapkan tingkat pencapaian atau prestasi belajar.

(3) berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti tes
Berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti tes, tes dikelompokkan menjadi tes individual dan tes kelompok.

(4) berdasarkan waktu yang disediakan bagi testee
Berdasarkan waktu yang disediakan bagi testee, tes terdiri atas power test dan speed test. Power test adalah tes yang tidak ada pembatasan waktu bagi testee, sedangkan speed test adalah tes yang membatasi waktu pengerjaan tes bagi testee.

(5) berdasarkan bentuk respon
Berdasarkan bentuk respon, tes dikelompokkan menjadi verbal test dan nonverbal test. Verbal test adalah tes yang menghendaki jawaban (respon) yang tertuang dalam bentuk ungkapan kata-kata atau kalimat, baik secara lisan maupun secara tulisan, sedangkan nonverbal test adalah tes yang menghendaki jawaban (respon) dari testee bukan berupa ungkapan kata-kata atau kalimat, melainkan berupa tindakan atau tingkah laku.

(6) berdasarkan cara mengajukan pertanyaan
a. Tes tertulis adalah tes yang mengajukan butir-butir pertanyaan dalam bentuk tertulis dan testee memberikan jawaban juga dalam bentuk tertulis.
b. Tes lisan adalah tes yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk lisan dan testee juga memberikan jawaban dalam bentuk lisan.

(7) berdasarkan penyusunnya
a. tes buatan guru
Ciri dari tes buatan guru adalah sebagai berikut:
sesuai dengan namanya, tes ini dibuat oleh guru kelas itu sendiri. Tes tersebut dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan setelah berlangsungnya proses pembelajaran yang dikelola oleh guru kelas yang bersangkutan,
penyusunan butir-butir tes harus mendasarkan diri kepada tujuan (khusus) dan deskripsi bahan yang telah diajarkan,
pada umumnya tes buatan guru tidak diujicobakan terlebih dahulu karena berbagai hal, baik yang menyangkut masalah waktu, kesempatan, tenaga, biaya, dan juga kemampuan guru itu sendiri untuk menganalisisnya.
taraf ketepercayaan tes buatan guru sering dikatakan rendah atau tidak diketahui secara pasti karena memang jarang dilakukan pengujian,
tes buatan guru bertujuan untuk mengetahui kadar pencapaian tujuan pembelajaran yang telah disusun, tingkat penguasaan bahan siswa, memberikan nilai kepada siswa sebagai laporan hasil belajarnya di sekolah
tes buatan guru didasarkan pada tujuan khusus yang dirumuskan sendiri oleh guru tersebut.
b. Tes Standar
Tes standar ini sebenarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu tes bakat (aptitude test) dan prestasi (achievement test) walaupun keduanya mengandung sifat ketumpangtindihan. Tes standar yang dibicarakan berikut adalah tes standar yang berupa prestasi. Pengertian standar dapat diartikan sebagai suatu tingkat kemampuaan tertentu yang harus dimiliki siswa pada program-program tertentu (SD, SMP, SMA). Pengertian standar dalam tes lebih dimaksudkan bahwa tes tersebut dikerjakan oleh semua siswa dengan mengikuti petunjuk yang sama dan dalam batasan waktu yang sama pula.
Ciri tes standar adalah sebagai berikut:
– penyusunan tes standar biasanya dilakukan oleh sebuah tim yang sengaja dibentuk,
– seleksi bahan dan tujuan didasarkan pada kurikulum atau buku-buku teks yang dipakai secara nasional,
– tes diujicobakan kepada sejumlah siswa, hasilnya dianalisis, yaitu analisis butir soal untuk mencari koefisien taraf kesukaran dan daya pembeda,
– tes bersifat seragam dan dipergunakan di semua sekolah. Jadi, tes ini lebih bersifat nasional dan dipakai berkali,
– tes standar didasarkan pada tujuan umum yang diharapkan dapat merangkum semua tujuan khusus yang disusun oleh guru di berbagai sekolah,
– tes standar biasanya telah dilengkapi dengan sebuah manual yang berisi petunjuk-petunjuk penting tentang pelaksanaan tes, penskoran, dan penafsiran terhadap hasil tes. Manual juga memuat keterangan tentang proses standardisasi seperti kegiatan uji coba, analisis hasil, revisi, dan juga informasi tentang tingginya taraf kesahihan dan ketepercayaan tes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: